MEDIUM CHAIN TRIGLYCERIDES (MCT)
PELUANG PASAR UNTUK PRODUK MINYAK KELAPA
(Sumber: Sekretaris MAPI 2006)
Penggunaan minyak kelapa di dalam industri telah mengalami peningkatan, bermula dari penggunaan pada makanan tradisional seperti digunakan sebagai minyak penggoreng dalam membuat aneka kue, kripik dan kraker, atau sebagai cream biskuit dan minyak untuk manisan/gula-gula. Selain itu penggunaan minyak kelapa saat ini mulai berkembang sebagai bahan nutrisi dan obat-obatan. Produk yang digunakan untuk keperluan ini biasanya merupakan produk turunan dari minyak kelapa seperti medium chain triglycerides (MCT), structured lipids dan monoglicerides.
MCT atau trigliserida rantai sedang diperoleh melalui proses fraksinasi asam lemak dari minyak kelapa. MCT merupakan produk penambah tenaga (energy booster) yang dikonsumsi oleh kalangan atlet dan pekerja berat. MCT yang dikemas dalam bentuk kapsul biasa dikonsumsi oleh para atlet untuk meningkatkan daya tahan selama melakukan aktivitas olahraga. MCT saat ini juga digunakan sebagai salah satu pengontrol diet pada pasien yang mengalami kelebihan lemak. Dalam sejumlah makanan dan obat-obatan juga mengandung MCT sebagai sumber lemak.
Structured lipid merupakan lemak khusus yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif lemak yang lebih sehat dalam memproduksi produk-produk pangan. Kebanyakan structured lipid saat ini dibuat menggunakan MCT dari minyak laurat, menggantikan trigliserida rantai panjang dari minyak tak jenuh. Dalam istilah komersial structured lipid dikenal merupakan lipid rantai sedang.
Minyak kelapa, berdasarkan monogliseridanya memiliki fungsi yang spesifik sebagai zat anti mikrobial karena mengandung asam laurat yang tinggi. Hasil research menunjukkan bahwa asam laurat menghambat aktivitas mikrobial dan virus.
Monolaurin yang merupakan monogliserida dari asam laurat memiliki aktivitas anti virus, antifungal, dan anti bakteri yang tinggi, dan dilaporkan berpotensi sebagai obat penyakit AIDS, TBC (tubercolosis), Ulcers dan lain-lain. Karena sifatnya sebagai antimikrobial, monolaurin dapat berfungsi sebagai salah satu zat antiseptik disinfektant, dan dalam kadar rendah digunakan dalam pembuatan bahan pangan, kosmetik dan minuman.
Karena bersumber dari tumbuhan, coconut monolaurin bersifat alami dan tidak beracun. Sehingga disukai dan banyak digunakan dalam industri makanan, kosmetika, dan industri minuman.
Source: fosfa.org, 2006
