Biodiesel dari kelapa
Kelapa dikenal sebagai tanaman yang banyak memberimanfaat bagi manusia, oleh karena itu tanaman ini dikenal dengan sebutan pohon kehidupan (tree of life). ditengah krisis bahan bakar fosil khususnya solar, dari jajaran minyak nabati, tanaman kelapa merupakan salah satu sumber pengganti solar (cocodiesel).
Penggunaan minyak kelapa (coconut oil) sebagai bahan bakar telah dimulai sejak Perang Dunia kedua. Termasuk juga yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia, yaitu menggunakan minyak kelapa sebagai bahan bakar lampu penerang. Penggunaannya tidak berlanjut mengingat pertimbangan ekonomis setelah ditemukannya proses produksi minyak fosil secara masal. Sejak 10 tahun terakhir penggunaan bahan bakar dari minyak kelapa (coconut oil) mulai dicobakan kembali di berbagai negara. Negara-negara di kepulauan Pasifik, seperti Papua Nugini, Vanuatu, Tonga, Fiji, New Caledonia, Marshal Island, Samoa dan beberapa daerah di kepulauan pasifik lainnya telah menggunakan bahan bakar dari minyak kelapa.
Indonesia, sebagai negara yang memiliki luas kelapa terbesar memiliki potensi sangat besar mengembangkan bahan bakar dari minyak kelapa, khususnya bagi daerah terpencil, dimana bahan bakar sering langka dan mahal, sementara pemanfaatan kelapa dan harganya masih rendah. Pengembangan di daerah lainnya yang dekat perkotaan perlu pertimbangan lebih lanjut mengingat nilai tambah untuk menghasilkan produk lainnya masih lebih tinggi.
